Sebuah Peringatan


Catatan : cerita ini saya terjemahkan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia, saya bukan pengarang cerita ini.

Beberapa saat setelah aku masuk SMA, ibuku menghilang. Ayah memberitahuku kalau ibu ternyata telah selingkuh dengan pria lain.

“Dia pergi meninggalkan kita berdua,” kata Ayah. Melihat wajahnya yang sedih, demi ayah, aku pun berjanji akan menjadi anak perempuan yang setia dan penuh kasih sayang.

Namun sejak ibu menghilang, hal-hal aneh mulai terjadi di rumah kami. Seluruh rumah seperti diselimuti aura yang mencekam. Pintu yang kadang terbuka sendiri tanpa ada yang menyentuhnya, dan benda-benda di lemari yang tiba-tiba jatuh sendiri. Semua itu membuatku berpikir, “Apakah mungkin memang ibu sudah meninggal?”

Aku lalu memeriksa sepatu ibu yang tertinggal di beranda rumah, dan kecurigaanku seakan terbukti. Apabila ibu sudah pergi, sepasang sepatu seharusnya akan ikut hilang. Tapi semua sepatu ibu masih ada di sana. Kalau begitu, ayah pasti telah membunuh ibu di dalam rumah.

Kenapa? Untuk apa? Aku ingin menanyakannya pada ayah, namun tidak bisa, yang tertinggal hanya rasa perih dan pedih di hati.

Jika benar ibu sudah meninggal, dan lalu ayah ditangkap, aku akan sendirian. Setahuku ayah benar-benar mencintai ibu. Andai ibu yang mengkhianati ayah, maka apa yang terjadi pada ibu adalah salahnya sendiri.  Akhirnya aku memutuskan untuk berpura-pura bahwa tidak ada apapun yang terjadi. 

Tetapi hal-hal aneh di rumah terus terjadi berulangkali.

Suatu hari saat aku tengah tidur-tiduran di kamarku, antara setengah sadar dan tidak, aku mendengar suara langkah kaki berjalan di dalam rumah. Tap, Tap, Tap Suara itu bukan suara ayah. Dan suaranya semakin lama semakin mendekat. Tap, TapTap“Pergilah. Kumohon pergilah!” Bahkan walau aku sudah berdoa, suara langkah kaki tersebut akhirnya sampai di pintu kamarku, dan masuk ke dalam. Aku merasakan nafas hangat yang lembut berhembus di pipiku. Seketika kubuka mataku, dan aku melihat wajah ibu tepat berada di atasku, melihatku dengan tatapan ganas dan mengancam. Kemudian dia mengatakan sesuatu di telingaku, “Pergilah… dari sini…”

Aku nggak bisa tinggal di sini lebih lama lagi. Pikirku, tapi aku tidak bisa menemukan alasan untuk membujuk ayah supaya pindah rumah. Anehnya, nampaknya hanya aku yang bisa merasakan keberadaan hantu di rumah ini. Ayah sama sekali tidak merasakan apa-apa.

Sejak ibu menghilang, ayah berganti pekerjaan dan mulai bekerja dari rumah supaya dia bisa mengurusku dengan lebih baik. Dia juga banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setelah melihat cinta dan kesetiaan ayah padaku, aku semakin tidak bisa bertanya kepadanya, “Ayah yang membunuh ibu, ya kan?”

Akhirnya, aku melewati hari demi hari berpura-pura tidak ada sesuatupun yang terjadi.

Suatu sore, aku sedang duduk di meja kopi ketika tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang menggigit ujung kakiku. Rasanya sakit sekali. Aku merunduk ke bawah untuk melihat apa sebenarnya yang menggigitku, dan aku melihat ibu di sana. Ibu berbaring di bawah meja.

Ayah, yang sedang memasak di dapur, merasa ada sesuatu yang salah dan berkata, “Apa kamu baik-baik saja, Mami (namaku) ?” Tapi aku malah menjawab, “Tidak ada apa-apa. Hanya ingat kalau ada PR yang belum kukerjakan.”

“Makan malam sudah hampir siap. Kerjakan saja PR-mu di sini, di meja makan.” Aku merespon dengan patuh kata-kata ayah, kemudian kubuka tas sekolahku. Ketika untuk pertama kalinya kulihat sebuah catatan, dilipat persegi empat, ada di bagian bawah tas sekolah. Aku membuka catatan tersebut dan melihat sebuah kalimat yang mirip tulisan ibu.

“Mami, cepatlah kabur, ayahmu sudah gila.”

Ibu telah mencoba untuk memperingatkanku selama ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s