Pentingnya Backup Data


Sekarang ini saya sedang berjuang untuk mengembalikan gambar-gambar adik saya yang tidak sengaja ikut keformat ketika sedang install ulang Windows.


Introduction

Saya nggak biasa install ulang Windows kecuali jika sudah memang benar-benar saatnya, kebetulan komputer rumah kami sudah menggunakan Windows XP sejak 6(enam) tahun yang lalu, yups, waktu awal-awal saya lulus SMP atau sekitaran tahun 2006. Jadi, ya, benar kurang lebih enam tahun yang lalu.

Dan seingat saya, komputer rumah ini belum pernah sekalipun di install ulang. Tidak pernah install ulang bukan berarti komputer saya nggak pernah dipake, dsb. Komputer rumah saya terkoneksi internet, dan dulu teman-teman SMA saya kalo nye-scan flashdisk-nya pasti pakai komputer saya. Komputer ini sudah survive dari macam-macam serangan virus, seperti conficker, virut, worm32 dan virus apalah itu namanya sampai saya sendiri lupa saking banyaknya. Sampai tahap infeksi yang paling parah, seperti antivirus tidak bisa dijalankan, dan bahkan situs-situs antivirus tidak bisa dibuka (karena di blok sama virusnya).

File sistem juga pernah rusak, hingga blank total nggak bisa masuk ke operating system. Permasalahan boot sector juga pernah dialami. Bahkan masalah hardware, gara-gara salah masang hard disk beberapa tahun yang lalu, hingga harus reset jumper dan sebagainya agar bisa booting, juga sudah pernah terjadi. Namun, somehow, Yang Punya Ilmu di Atas selalu memberikan ilmunya kepada saya, sehingga kerusakan-kerusakan di atas semuanya bisa diatasi, tanpa perlu install ulang.

Namun, sejak saya mulai kuliah di luar kota, komputer rumah pun mulai terbengkalai, dan entah gara-gara ada virus atau memang usianya OS-nya sudah tua. Kerjanya jadi melambat, seperti biasa orang rumah pun pada melayangkan berbagai request. Di samping sudah nggak begitu enak dipakai, mereka juga sudah terbiasa menggunakan Windows 7 di laptopnya atau lingkungan kerjanya. Yah, komputer rumah pun akhirnya harus diinstal Windows 7. Bye, Windows XP (2006-2012).🙂

First Lesson

Kembali ke soal data yang hilang tadi. Well, sebut saja itu komputer forensik, data recovery atau apalah. Tapi soal data keformat ini bukan pertama kalinya bagi saya.

Tepat sekitar bulan November tahun 2011 yang lalu. Gara-gara mainan Partition Manager, harddisk saya keformat semuanya. Semuanya. Saya melihat dengan jelas memakai mata kepala saya sendiri, program berukuran nggak sampai 20 MB itu mem-wipe semua partisi dalam harddisk laptop, sebelum akhirnya muncul BSOD. 

Dan, blam. KEHANCURAN.

Laptop saya otomatis langsung kosong. Saat hal itu terjadi, saya berusaha untuk tenang, minum segelas air putih dan lantas berpikir positif. Saya lantas berpikir kalo ini adalah kesempatan yang bagus untuk menginstall full Linux di laptop, maka saya langsung install Linux di laptop saya. Partisi saya timpa.

Di saat data kita terformat, rasa kehilangan itu tidaklah muncul seketika. Namun kita baru akan merasa kehilangan, saat kita membutuhkannya. Persis. Ketika tiba-tiba saya ingin baca-baca ebook, saya baru inget kalau koleksi pustaka saya sudah lenyap. Saat pingin ndengerin lagu, sadar kalau semua koleksi musik saya raib. Ketika ingin melihat-lihat project-project Android saya, semuanya hilang tak berbekas.

Begitulah, partisi yang kehapus tadi saya timpa dengan partisi Linux Ubuntu. Kemudian saya coba recover partisi dari Ubuntu, hasilnya partisi yang penting bisa di-recovery. Namun dalam keadaan corrupt alias tidak bisa diakses. Bermacam-macam tools sudah saya coba, salah satunya adalah tools yang saya lupa namanya, namun pembuatnya adalah Special Agents dari United States Air Force Office of Special Investigation. 

Berkali-kali hanya itu yang saya lakukan, delete partisi dan create partisi. Namun sama sekali tidak berhasil, hingga akhirnya partisi Ubuntu saya rusak. Laptop nggak bisa booting masuk ke OS, dan juga tidak bisa install OS.

Di tengah-tengah rasa putus asa, saya coba recovery pakai LiveCD, namun tetap saja gagal. Andaikan partisi itu adalah adonan, entah pasti sudah jadi adonan yang tidak berbentuk karena saya obrak-abrik.

Yang membuat saya heran, waktu itu saya nggak bisa booting, dan nggak bisa install OS. Baik Linux maupun yang lainnya, usaha terakhir saya coba install Windows Seven. Namun tetap saja nggak bisa, saya pun akhirnya pasrah dan berdoa. Setelah berdoa, entah kenapa saya mendapatkan ilham(?) untuk Googling, seolah-olah ada yang memberitahu(citation needed) kalo semua jawaban ada di sana. Kebetulan saya saat itu lagi di rumah, komputer rumah saya pakai untuk Go Gling mencari jawaban atas fenomena aneh yang terjadi di laptop saya.

Dari beberapa hasil diskusi forum, dan panduan, saya menarik kesimpulan bahwa permasalahannya ada di BIOS. Seingat saya itu gara-gara tipe partisi harddisk yang salah sehingga tidak bisa diinstal Windows Seven. Saya utak-atik BIOS-nya, dan Alhamdulillah Windows Seven pun berhasil terinstall.

Entah kenapa, saya mendapat firasat kalau saya selangkah lebih dekat ke recovery data saya. Kemudian saya coba recovery partisi dari Windows, saya Go Gling, lantas sayup-sayup saya dengar ada software bagus bernama GetDataBack. Ini harapan terakhir, kata saya dalam hati.

Dan, program itu ternyata berbayar, GetDataBack, yang mempunyai icon pelampung itu ternyata berbayar kawan-kawan. Sialnya, kartu kredit saya(verification needed) saat itu sudah habis masa berlakunya. Kemudian saya diam sejenak memandangi icon pelampung GetDataBack.

Saya berandai-andai, kalau saja ada orang tenggelam, dan saya ingin menyelamatkannya menggunakan pelampung. Namun ternyata pelampung itu berbayar, dan saya lagi nggak punya uang dan nggak bisa berenang! Apa yang akan saya lakukan?

Berdasarkan analogi di atas, GetDataBack kemudian saya crack.

Oke, ini adalah powerful tools. Keren. Dan menggunakan GetDataBack akhirnya kurang lebih 70-80% data saya, Alhamdulillah bisa kembali. Khususnya data yang penting-penting, yang saya butuhkan.🙂

Itulah cerita pertama saya, dan kemarin hal yang sama saya alami lagi.

Second Lesson

Berbeda dengan laptop saya yang punya satu harddisk dengan 3 partisi. Komputer rumah saya mempunyai dua internal HDDberkapasitas total sekitar 600 GB, dan mempunyai sembilan partisi. Agaknya spesifikasi ini sedikit banyak mempengaruhi jalannya recovery.

Rencana awalnya Windows 7 akan diinstal di partisi C yang berukuran sekitar 15 GB, menimpa Windows XP yang sudah ada. Namun ternyata ukuran itu terbilang kecil. Lantas saya cari partisi yang benar-benar kosong, dan entah kenapa partisi N yang berisi gambar-gambar adik saya ditampilkan memiliki free space dan total space yang sama. Dengan kata lain partisi itu kosong. Saya installkan Windows 7 ke partisi tersebut, dengan wajah tanpa dosa.

Setelah itu data kehapus, kemudian yah karena rasa bersalah dan bertanggungjawab. Saya coba recover kembali datanya, kan cuma data gambar pikir saya. Seharusnya nggak susah.

Seperti biasa, senjata andalan saya adalah GetDataBack. Setelah beberapa jam mencari-cari settingan yang tepat, program pun mulai memeriksa partisi. GetDataBack bekerja dengan urutan seperti berikut ini, mula-mula dia akan memeriksa berapa banyak HDD yang ada di komputer kalian, fase ini berlangsung selama sekitar 15 menit tergantung banyaknya HDD dan partisi yang kalian miliki, kemudian GetDataBack akan melakukan deep scanning file-file dan MFT yang ada di suatu HDD, setelah itu, barulah kalian bisa melihat partisi yang terhapus dan mulai mengembalikan file-file yang hilang. Total waktu semua proses itu, belum termasuk waktu recovery, memakan waktu sekitar >2 jam.

Partisi yang tertimpa sudah muncul, sekarang saatnya untuk me-list file-file yang hilang. Kemudian saya klik Next yang menandai dimulainya proses pengindeksan file-file hilang di partisi itu. Pada saat proses dimulai, akan muncul jendela kecil pada GetDataBack yang memberikan informasi file-file apa yang berhasil diidentifikasi. Saya amati, dan akhirnya saya menemukan file-file hilang bertipe JPG, PNG dan PDF yang saya cari. Namun anehnya, pada keterangan tertulis, Index File NOT ADDED.

Keterangan tersebut ternyata bermakna malapetaka, well, dengan adanya tulisan itu berarti file-file hilang saya diperiksa, namun tidak dimunculkan dalam daftar. Sehingga tidak dapat direcovery.

Akhir kata, saya kemudian Go Gling lagi. Dan menemukan bahwa cara untuk mengatasi Index File Not Added, bisa menggunakan Disk Explorer. Sebuah program yang bisa membuat kalian menjelajahi sektor-sektor dalam harddisk. Saya coba pakai, muncullah daftar2 sektor dalam bentuk bilangan hexadecimal. Saya coba menggunakan fitur Search, saya masukkan query S-E-K-I-R-E-I, dan queri tersebut langsung diubah menjadi format hexa seperti 56-E1-20-dst… Saya klik Search, dan sampai di tahap ini saya nggak ngerti apa yang sedang saya lakukan.

Akhirnya, saya menggunakan tools lain. Recuva. Untungnya gratis. Dan menggunakan itu, akhirnya Alhamdulillah saya bisa merecovery sekitar >300-an gambar dan file pdf dari partisi yang tertimpa tersebut.

Conclusion

Dari perjuangan tumpah darah saya di atas dalam merecovery file. Saya menyadari akan pentingnya back-up, pada kisah di atas andaikan sebagian file, seperti file gambar, pdf, musik tidak saya back-up, tentunya kehilangan semua data akan terasa sangat menyakitkan. Walaupun sebagian besar kasus data masih bisa dikembalikan, namun itu juga tidak secara penuh 100%.

Karena itu, sekarang saya mencoba menggunakan cloud storage untuk menyimpan data. Saya memiliki akun cloud storage, di beberapa provider seperti Box, DropBox, dan Google Drive. Dan Alhamdulillah apabila ditotal kapasitasnya sudah lebih dari mencukupi, sekitar 60-an GB. Ke depannya saya mencoba meng-upload file-file penting non privasi ke sana, selain menggunakan HDD eksternal.

Saya juga menggunakan GitHub untuk menyimpan proyek-proyek aplikasi, dari sana proyek tersebut bisa di-kloning ke mana saja.

Yups, back up-lah data kalian, kalau kalian tidak ingin melakukan apa yang pernah saya lakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s