Bicara Bakat


Apa yang kalian ketahui tentang bakat?

Banyak orang berkata kalo kesuksesan itu, 99% kerja keras, dan 1% bakat.

Anna | Belle

Tapi sesungguhnya ada kisah menarik di balik semua itu. Dan bakat bukanlah sesuatu yang hanya menjadi 1% indikator kesuksesan.

Bakat, sesuatu yang kompleks

Bakat adalah kemampuan unique yang sudah kita miliki sejak lahir, dan lebih menonjol jika dibandingkan dengan orang lain.

Apa bakat kalian?

Bakatku, kira-kira apa ya?

Entahlah~ haha. saya nggak mau pamer.

Tapi ketika orang-orang menanyai saya tentang sesuai yang kelihatannya saya ahlinya, dan bertanya,”Kok kamu jago sih?” Terkadang saya hanya menjawabnya dengan satu kalimat singkat, “Saya cuma beruntung.”

Kalian pasti juga pernah, entah niatnya rendah hati, atau memang kalian sedang benar-benar beruntung.

“Ah itu waktu saya lagi beruntung.”

“Mbah bejo lewat.”

saya punya sebuah cerita~

“Kamu pasti belum pernah mendengar kisah ini?”

–Kisah apa ?

…….

Ada dua orang pelari, namanya Anna dan Belle.

Belle seorang pelari yang handal, dia sangat jago dan sudah banyak memenangi banyak kejuaraan.

Sedangkan Anna adalah pelari yang biasa-biasa saja, dia nggak jago dan belum pernah memenangkan kejuaraan apapun.

Tapi, melihat Belle, Anna kemudian bercita-cita ingin menjadi seperti Belle.

Dia kemudian berlatih terus menerus setiap hari. Pagi dan sore, di pagi hari dia berlatih sebelum berangkat ke sekolah, dan di sore hari dia berlatih di lapangan sekolah.

Hingga akhirnya, turnamen sekolah pun tiba, Anna dan Belle ikut menjadi peserta.

Hasilnya, Belle juara pertama, dan Anna tidak mendapat title apa-apa.

Kemudian Anna berpikir penyebabnya pasti karena dia masih kurang latihan.

Dia lalu meningkatkan porsi latihannya, dan lebih berlatih terus menerus~

Tiga kali turnamen sudah mereka lewati,

Hasilnya,

Anna akhirnya bisa mendapatkan juara ketiga,

dan, Belle, memenangi setiap perlombaan tersebut.

Anna pun sadar, sepertinya walau sekuat apapun dia berlatih, walau dia telah mencurahkan setiap waktu dan tenaganya, dia tetap kalah dari Belle.

Anna terdiam di pojok lapangan, memandangi Belle yang disorak-sorai oleh teman-temannya.

Dia melihat juri yang menghampiri Belle dan menanyakan

apa rahasia kesuksesannya?

Bagaimana caranya supaya selalu menjadi nomor satu?

Anna ingin tahu.

Dengan disaksikan Anna dan teman-temannya, Belle-pun menjawab,

“Saya hanya beruntung~”

Bisakah kalian bayangkan, bagaimana perasaan Anna mendengar jawaban Belle yang seperti itu?

Saya pun jadi berpikir, setiap kali saya berprestasi, dan kemudian menuding keberuntungan sebagai penyebab keberhasilan saya, akan ada satu dua orang yang terluka, karena dia bekerja keras, namun mendapatkan hasil yang mungkin jauh lebih rendah dari apa yang saya dapatkan.

Orang berbakat, tidak perlu, atau mungkin, tidak suka kerja keras

Olimpiade Musim Panas, London 2012~

Terjadi kontroversi dalam pertandingan cabang Bulutangkis, empat pasangan ganda putri didiskualifikasi. Salah satunya adalah pasangan ganda putri unggulan pertama dari China yang begitu ditakuti oleh lawan-lawannya, sehingga hampir dipastikan akan memperoleh medali emas dari cabang tersebut.

Ada hal yang menarik pada peristiwa itu, adalah Yu Yang yang dikabarkan langsung mengakhiri karirnya di bulutangkis setelah insiden itu terjadi (dikutip dari AFP News).

Yu Yang, pebulutangkis berusia 26 tahun, usia muda, unggulan pertama, dan karier yang cemerlang, memutuskan untuk keluar dari bulutangkis setelah peristiwa yang mengakibatkan dirinya didiskualifikasi dari olimpiade.

Kalo dipikir-pikir, kenapa?

Hal yang sama juga saya lihat ketika menonton film Box ! (The Reel Bits). Kabu, petinju muda yang telah memenangkan enam titel, mundur dari sasana tinju setelah dihentikan pelatihnya saat bertarung melawan rival terkuatnya, The Energy Drink Inamura.

Handuk putih dilemparkan oleh sang pelatih pada ronde ketiga, saat dia melihat Kabu sudah kepayahan melawan Inamura, pertandingan pun otomatis dihentikan dan Inamura dinyatakan menang angka.

Pada olimpiade musim panas pun, Yu Yang dan pasangannya sudah dipastikan lolos dari fase grup, sehingga pada pertandingan terakhir mereka bermain seadanya, sebagai bagian dari strategi, untuk menyimpan tenaga demi menghadapi babak fase gugur selanjutnya yang lebih penting. Namun aturan menetapkan mereka bersalah, dan mereka didiskualifikasi.

Dari kedua peristiwa tersebut, bisa disimpulkan, mereka sebenarnya tidak kalah. Mereka hanya menghadapi sebuah peristiwa, yang menjadikan mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan, dan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak hati mereka.

Walau yang satu fakta dan yang satu cerita fiksi, namun ada kesamaan dari kisah akhir mereka, mereka berdua akhirnya sama-sama berhenti dari apa yang selama ini telah mereka geluti.

Orang yang bekerja keras, tidak akan mudah menyerah.

Mereka gigih berusaha dan berjuang, karena itu mereka akan bisa meraih impiannya.

Kabu terlahir sebagai seorang petinju.

Yu Yang pebulutangkis berbakat.

Berbeda denganmu, untuk mencapai tahap yang sekarang ini~ mereka tidak perlu kerja keras.

Karena mempunyai bakat, mereka tidak perlu bekerja sekeras dirimu, untuk mencapai posisi yang sama

Itulah mengapa, mereka yang mempunyai bakat,  justru lebih mudah menyerah~

Regards

TWOH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s