Life’s Outpost


Sepertinya, semua kembali ke masa SMA, dimana saya tidak menetapkan kriteria apapun untuk mendapatkan seseorang yang inginkan.

Yeah, entah saya sendiri tidak bisa atau masih bingung untuk memutuskan, banyak, banyak sekali wanita menarik di luar sana~

Kemudian saya meminta saran ke seorang wanita, yang bener² ngerti saya.

“Kamu itu cocoknya sama cewek yang kalem, nggak banyak ngatur. Dan yang penting memahami ente.”

Tapi banyak yang ngomong kalo saya cocoknya sama cewek yang ceria?

“Tapi kalo ceria kan seneng gojegan. Padahal kamu orangnya mudah tersinggung kalo gojegan (bercanda).”

Seketika rasanya seperti banyak panah yang menghujam di dada ini. JLEB. JLEB. JLEB.

“Makanya jadi orang yang cool aja, jangan tersinggungan.”

Yeah, I’ve lost my cooliness.

I’VE LOST MYSELF ! !

Padahal dulunya saya dikenal sebagai orang yang paling cool dan paling tenang.

Kalo dilihat-lihat dimana salahnya,

Maka yang pertama, ini adalah kesalahan JEJARING SOSIAL.

Saya juga mencoba untuk menginterogasi orang tua saya, darimana sifat sifat jelek saya seperti, tersinggungan, terlalu sensitif, malas, dan emosinan diturunkan. Dan jawaban mereka,

“NO, SON ! That’s your OWN problem ! That’s thing came out right from your inner self ! You’re a troubled man from the beginning~ ”

Dafuq. O.o

Kemudian sepertinya ini salah saya yang mencoba berurusan dengan orang lain.

Berusaha mengatur, dan bahkan mengubah orang lain !

That’s a big no.

Kalau saya lihat, sekarang banyak yang merubah diri sendiri karena ingin mendapat teman, sahabat dan lain-lain. Kata mereka yang sekarang begitu, saya mirip dengan mereka di masa lalu, yaitu susah menerima orang lain dengan apa adanya.

Kalau mereka berubah, saya memilih tidak.

Saya hanya akan kembali, ke diri saya yang dulu, yang bisa menerima orang lain dengan apa adanya.

Bahasa jawanya, dalam berteman itu harus jadi orang yang “setel kendo”.

Menerima orang lain dengan apa adanya.

Yeah that’s rather cool.

Apakah Anda juga termasuk orang yang seperti saya?

Apakah Anda juga pernah mencoba untuk merubah temanmu menjadi apa yang kamu inginkan?

Atau Anda jadi orang yang pilih-pilih teman, dan ketika mendapat yang tidak sesuai, kalian kecewa?

Kalau iya, berubahlah.

Anda tidak harus menjadi orang yang pinter ngomong dan banyak bacot untuk menjadi seseorang yang disukai banyak orang.

Just be yourself, dan terimalah teman kalian apa adanya.

Regards

TWOH

One thought on “Life’s Outpost

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s