Memoar Tahun Ketiga


Sekarang, saya kadang tidak tahu kenapa bisa merasa bahagia.

Ada saat-saat tertentu yang membuat saya merasa senang, merasa bahagia. Tapi biasanya saya lantas me-review kembali sumber apakah yang menyebabkan saya merasa senang.

Ternyata kebanyakan dari sumber hanya memancarkan kebahagiaan yang semu dan juga sesaat, sesuatu yang belum pasti, sesuatu yang penuh ambiguitas, sesuatu yang masih perlu dikonfirmasi…

Yang seperti itu, ketika kalian tahu kenyataannya, bisa jadi bukan kebahagiaan atau kesenangan yang kalian dapat. Dan kalian akan menyesal karena telah merasa bahagia di awal.

“Ternyata cuma seperti itu, tiwas aku udah senang sekali.”

“Just a joke, huh? And there I think I will find a soulmate.”

Street

Lambat laun, menjadi orang yang skeptis terhadap kebahagiaan sepertinya sudah menjadi kebiasaan. Tapi justru itulah yang membuat hidup ini bisa menjadi lebih ringan, Dengan tidak adanya yang kita harapkan, kita jadi lebih fleksibel, hal di luar dugaan yang terjadi tidak akan membuat kita kaget atau menyesalHidup layaknya apa adanya, as is. Tenang. Dan memiliki emosi yang stabil.

Dulunya, saya pernah menjadi orang yang menunjukkan less expression. Tidak ada hasrat, tidak ada kemauan, dapat ya bersyukur, belum dapat ya bukan rejeki. Tapi entah kenapa dengan menjalani hidup yang seperti itu, saya malah mendapatkan sebagian besar yang saya benar-benar inginkan.

Tipe orang yang pembawaannya tenang, kalem, kelihatannya seperti lemah namun aslinya mereka mempunyai pandangan yang dalam terhadap apapun. Mereka cuma mempunyai katahanan diri yang tinggi, dan ketika orang-orang terdekatmu mulai sering berkata seperti ini :

“Cobalah tahan jangan bla bla bla selama bla bla bla”

Maka mungkin tandanya ada bagian dirimu yang telah melampaui batas di luar kendalimu.

Dan itulah saatnya untuk meraih kembali kontrol yang pernah hilang atas dirimu, reign over yourself again.

Karena sekali kontrol itu hilang, maka kamu akan merasa tersesat, dan ujung-ujungnya kamu bahkan tidak akan mengetahui apakah yang kamu lakukan ini benar atau tidak.

Cari sumbernya, apa yang membuatmu kehilangan kendali, apakah itu jejaring sosial? Blackberry messenger? Laptop? Game online? Kalau sudah ketemu, matikan, alihkan ke sesuatu yang lain.

Cobalah lakukan sesuatu yang tidak biasanya kamu lakukan.

Menjadi tenang dan kalem, bukanlah berarti kalian menyerah.

Tapi dengan mempunyai jiwa yang tenang, kalian sudah satu langkah lebih maju,

untuk memenangkan apa yang kalian idam-diamkan.

Kebahagiaan, itu cuma kalian sendiri yang bisa tentukan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s