Desire (The Shire)~


Iseng baca buku harian adikku, nggak pernah mbayangin kalau dia ternyata sudah mulai merencanakan a new move.

Haha !

Fuck off, jadi dia nembak cewek dan mulai menghitung rasio antara diterima dan nggak diterima.

Awalnya adalah 55:45, quite a fair ratio. Tapi entah kenapa di postingan yang baru dia menaikkan persentasinya menjadi 70:30.

I know he’s now waiting. 

Sepertinya, entah pelajaran apa yang didapat dari kakaknya, atau memang secara alami sikapnya yang seperti itu, adikku jelas berbeda dengan kakaknya yang cenderung pasif.

Selain pasif, kakaknya juga mempunyai bad records soal relationship seperti ini, all the time. B-)

Sebenarnya adikku juga, pacar pertamanya yang desperate karena diputus, kemudian mem-block akun Facebook adikku, entah kenapa akun-ku juga ikutan di-block. muahahaha

Dan sepertinya dari buku hariannya, dia juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa calon pacarnya nanti juga akan menjadi “santapan” si mantan, yang desperate, dan sepertinya bergentayangan di sekitar sekolahnya untuk memburunya.

That’s no good, no matter how bad your relationship experience is. Even if that’s your WORST relationship experience.

Kalau saya sendiri, jika ada tanda-tanda sebuah hubungan yang dalam tanda kutip bermasalah dan tidak akan dapat bekerja kembali walaupun saya mengerahkan kemampuan maksimal yang saya bisa, maka saya lebih memilih pergi.

Saya pun mulai membandingkan, antara apa yang ada di pikiran anak SMA sekarang, sama apa yang ada di pikiran saya waktu SMA.

Setauku, waktu SMP dan SMA itu waktu bersenang-senang, yah juga dibumbui roman-roman sedikit. Tapi entah kenapa waktu SMA saya lebih memilih bersenang-senang bersama teman.

Sering juga, saya berangkat sekolah bareng cewek, dia yang jemput saya pake motor di rumah. Tapi cuma itu saja tidak lebih. Tidak lebih bukan karena apa-apa, tapi karena memang nggak ada yang ngerasa lebih.

Terakhir, waktu lulus SMA dia sms ke saya, entah curhat atau apa, katanya dia minta solusi karena lagi krisis kepercayaan diri, semua temannya sudah pacaran, sedangkan dia sendiri yang belum.

Kaget juga, DAFUQ. Di mana, sebenernya waktu-waktu itu saya sendiri juga sedang galau soal cewek, tapi yang namanya lihat orang galau, walau yang lihat itu orang galau sendiri. Tetap rasanya campur aduk, antara kasihan, heran, dsb.

Kemudian saya main ke rumahnya, saya pinjemin buku humor dan dia juga minjemin buku humor ke saya. Buku yang saya pinjamkan judulnya, Kambing Jantan. Yah, saya sudah tahu Raditya Dika before it was cool. Sekarang karena sudah terkenal, jadi udah nggak nge-fans lagi.

Terakhir, kemarin sebelum liburan, saya ditelepon oleh seorang temen cewek. Heran juga, tumben ada yang nelpon, mana saya di Bandung pake hape dan tentu saja biaya mahal, dan cewek lagiO_o.

Sebenernya dari lama saya udah punya feel kalo orang ini ada rasa sama saya. Iseng saya tanyain di sela-sela obrolan, kenapa kamu nggak cari pacar? Dan dia malahan minta tolong saya buat nyariin,O_o. Katanya tipe-nya yang nggak tiap hari nelpon, jarang ketemu bahkan sampai 3-4 tahun tapi setelah itu langsung nikah.O_o

That’s sound a lot like me.

Sedikit awkward sembari basa-basi, sekalian saya jelasin kalo LDR itu nggak baik, nggak baik, hubungan itu harus sering ketemu.

Kalo dipikir-pikir temen2 cewek saya sekarang kebanyakan berasal dari jaman baheula, saya jadi berpikir apakah pergaulan saya yang sekarang ini salah arah? haha

Tentu saja tiap hari di depan laptop itu nggak baik, doing so much solitary activity, tapi di samping semua hal tentang engineering di blog ini, jauh di lubuk hati saya juga menginginkan alter ego, yaitu suatu kepribadian yang lain. Kepribadian dimana saya bisa meninggalkan sosok yang serius dan mulai mencoba untuk bersenang-senang.

Liburan ini misalnya, pulang ke Semarang sudah direncanakan untuk seneng-seneng (refreshing) bersama temen, tapi ternyata temen lagi pada kuliah semua !

Ditambah lagi akhir-akhir ini ada aja kejadian, yang menyebabkan hubungan antara saya dengan temen-temen perempuan yang biasa saya ajak keluar jadi merenggang. Dan mungkin salah satu penyebab utamanya adalah jarak, karena kuliah di luar kota.

Dan soal memperbaiki hubungan, jujur saya nggak mahir soal itu… –____–

Stok temen menipis !

Dengan tatapan kosong menerawang, saya curhat ke Ibu, “Bu, aku mau main tapi nggak tau mau ngajak siapa…?”

Si ibu ngejawab, “Hahaha, main tinggal main aja, itu lho kayak temen2 cowokmu yang biasa main ke rumah.”

Pada suatu kesempatan, si Ibu ngecek kontak Blackberry Messenger saya,

“Temenmu mesti cewek semua ?”

“Wah tapi kok banyak yang cantik-cantik.”

Yah sejujurnya saya lebih banyak nggak peduli soal kontak BBM, karena entah kenapa hasrat untuk chatting semakin berkurang seiring bertambahnya kedewasaan. Mungkin juga saya sudah bosan dengan komunikasi melalui media, terpisahkan jarak. Saya rindu akan komunikasi langsung, tatapan mata, dan emosi yang terpancar penuh gairah.

Daripada membaca sesuatu berformat seperti ini,

Nama Pengirim

Random message yang kadang dengan emoticon.

–_____–

Lanjut

Dengan membaca diari adikku, kayaknya dia lebih suka tipe cewek yang agak tomboy.

Setauku, pacar pertamanya, kalau saya bisa ngasih skor, untuk appearance dia mungkin cuma dapet 7 !

Saat saya tanyai, “Kenapa kok dia?” Dia jawab karena enak diajak ngomong. Yah, masuk akal juga.

Kalau saya, entah kenapa tipe saya, kalau saya rasa sendiri kayaknya terlalu tinggi dan bakalan susah untuk dicari.

Saya suka cewek manja yang ngambekan, karena saya sendiri punya adik cewek yang lumayan sering saya goda haha

Suka juga sama yang polos, innocent, suka melontarkan pendapat-pendapat yang dia sendiri nggak tau kalo pendapatnya itu di luar dugaan innocent banget O.o

Tapi dia juga harus pinter.

Masalahnya kalo buat cewek, bagi saya cewek pinter yang lantas menunjukkan ke yang lain bahwa dia memang cewek pinter itu kurang appealing.

“Daripada kebanyakan pilih-pilih, nanti malah nggak dapet-dapet,” seloroh temen saya.

Entahlah~ haha

Saya sendiri juga merasakan, dalam hidup ada banyak yang saya keluhkan. Tapi di samping itu banyak juga yang bisa saya syukuri.

Apapun itu, saya mensyukuri hidup saya yang sekarang dan akan tetap berusaha untuk memperoleh yang terbaik.

Liburan ini, mungkin saya akan belajar nyetir. Kalo sudah bisa nyetir, tentu saja akan bertambah daftar barang yang ingin saya beli.

Saya naksir sama Honda Freed. damn! Semoga sepuluh atau lima tahun dari sekarang harganya akan bisa saya jangkau, mbuh piye carane.

Saya juga ingin kembali membangun dinasti sosial, setelah entah karena faktor kampus, jauh dari orang tua, atau saya sendiri yang males bergaul, saya jadi kurang begitu akrab dengan temen-temen di kampus terutama temen satu angkatan dan satu jurusan.

Yah, itu bukan hal yang harus dipikirin.

Kalau soal pergaulan, sebenernya seperti orang tipe golongan darah O, saya suka membuat lingkaran-lingkaran sosial yang berbeda-beda dan menggolongkan orang-orang ke dalam kelompok-kelompok itu.

Kelihatannya rumit, tapi dalam prakteknya nggak sama sekali. Jadi nantinya orang itu akan mengira kalau saya itu begini, tapi sebenarnya dia mengira saya seperti itu, karena saya sendiri yang membuat dia agar mengira saya seperti itu!

Contohnya, temen-temen yang menganggap saya seorang geek/nerd, itu karena kalian memang saya masukkan ke dalam kelompok itu, dan saya memanipulasi pikiran kalian agar kalian mengganggap saya seperti “apa yang saya ingin kalian lihat dari saya”. muahahaha

Pada prinsipnya, itu lebih untuk privasi saya sendiri, dan saya memang lebih banyak nggak peduli soal apa yang orang-orang anggap atau pikirkan tentang saya.

Saya tidak mau membangun stereotipe bahwa saya ini orang baik, saya bad boys, saya geek/nerd, dan lain-lain.

Oh iya, soal romansa, sebenernya saya juga sedang berusaha (nggak mau kalah sama adik sendiri), tapi sebisa mungkin saya mencoba untuk :

“Be like a duck. Calm on the surface, but always paddling like HELL underneath.”

Santai saja~ Keep low energy and low profile~

One thought on “Desire (The Shire)~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s