Memoar Tahun Kedua


Sebentar lagi tahun kedua perkuliahanku akan segera berakhir, sekarang kurasakan semakin cepat hal-hal berat berakhir, rasanya akan semakin baik. Setelah melalui berbagai ujian yang berat, dan menghadapi mata kuliah yang dikatakan sebagai momok, aku menghadapi kebenaran yang terlihat di depan mataku.

Jangan pernah dengarkan orang lain yang mencoba mematahkan semangatmu.
Jangan lakukan perintah orang lain, dengarkan saja, tapi lakukan yang menurutmu baik.

Semua yang terlihat tenang sewaktu aku masih SMA, mulai terlihat riak-riaknya. Jika manusia ditanya dengan pertanyaan, “Apa yang sebenarnya manusia inginkan dari manusia lain?” Dan mereka diharuskan menjawab dengan jujur, dari lubuk hati yang paling dalam, manusia hanya menginginkan “pujian”, pengakuan, atau validasi dari orang lain.

Karena itulah, di masa muda-ku ini, dan juga di masa muda teman-temanku, banyak semangat yang hanya tercurahkan lewat status Facebook, lewat obrolan-obrolan tentang ide-ide mereka, lewat twitterfeeds, dan mengabarkannya kepada dunia kalau inilah aku, dan inilah ideku, atau inilah hasil karyaku. Semangat masa muda itu baik, namun yang sangat disayangkan adalah banyak dari ide-ide mereka yang tidak terealisasikan. Atau yang paling parah, mereka melakukan semua itu hanyalah untuk memberi tahu kepada orang lain, bahwa mereka itu lebih dari mereka yang lain. Dan menyombongkan diri.

Jangan kuatir, aku kadang juga melakukan hal yang sama. Namun selalu ada rasa tidak enak saat melakukannya, membicarakan hal-hal yang sedang atau akan kamu kerjakan adalah tidak baik. Diam, dan langsung mulai saja. Bagaimana dengan orang lain? Aku punya satu pertanyaan yang akan selalu kuingat mulai dari sekarang, “Ketika nanti aku sukses, apakah suatu masalah andaikan orang lain tidak tahu soal kesuksesanku?”

“Jika kamu menjalani kehidupan yang benar-benar kamu inginkan, apa bedanya jika nanti orang lain tahu tentang hal itu?”

Di sini, di Bandung, aku menjalani kehidupanku yang lain, sedangkan di Semarang, aku menjalani kehidupanku yang lain lagi. Kadang aku berpindah-pindah dari satu identitas ke identitas yang lain, di Semarang aku menjadi orang yang bebas, bertemu dengan kawan-kawan lama. Sedangkan di Bandung, aku merasa harus menjadi orang yang sungguh-sungguh, serius, karena di sinilah medan pertempuranku.

Lama-lama aku semakin menyukai pembelajaran dan menganggapnya sebagai suatu proses yang tidak akan pernah habis. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada duduk dengan secarik kertas dan bolpoin, menggambar diagram atau mencoba mengerti penjelasan dari dosen yang terisi penuh semangatnya untuk menjelaskan bagaimana sebuah dunia baru dibuat dari susunan bit-per-bit. Yep, komputer adalah dunia buatan manusia yang sesungguhnya, sangat kompleks, fondasi yang walau baru berumur kurang dari seratus tahun, namun kekompleksannya hampir menyamai Kalkulus yang telah dibangun beratus-ratus tahun.

Sesuatu yang tetap berdiri kokoh hingga beratus-ratus tahun kemudian, itulah ilmu pengetahuan. Tidak terbayangkan berapa banyak istana-istana, kuil-kuil buatan manusia yang telah runtuh di dalam periode yang sama.

Perjalanan rutin menuju Semarang dengan menaiki bis atau kereta, suasana pagi hari kota Semarang yang khas setiap aku tiba di sana, yang akan kualami lagi hingga beberapa tahun ke depan. Namun aku kira setelah burung meninggalkan sarangnya, tidak terbersit lagi niat untuk menetap dan tinggal di sarang yang sama. Anak panah yang tajam tidak tidak akan mencapai sasaran jika tidak meninggalkan busurnya. Begitulah selalu ada kenangan yang tersimpan, namun banyak juga hal baru yang akan kualami. Selalu ada kota lain setelah Bandung, setelah Semarang, setelah Tegal, dimana aku menorehkan kisah-kisah hidupku dan bertemu dengan orang-orang yang memberi warna kehidupanku di tempat-tempat tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s